Saturday, January 28, 2023

La Hanu dan Senja Teluk Bima

        La Hanu.. demikian disebut nama kapal laut yang saban hari terlihat di perairan teluk Bima, kali ini mengiringi cerita perburuan sunset di awal tahun pada kamis 5 Januari 2023 lalu, hahaha.. lebih tepatnya penikmat sunset guys.. 



        Jam 4 sore kami sudah berada di dermaga Pantai Lawata yang merupakan akses menuju kapal La Hanu. Sore hari tentunya waktu yang tepat dengan kondisi matahari sudah tidak terlalu terik, cukup bersahabat dengan kulit. 

        Booking 1 hari sebelum cukup mendesak keinginan lama untuk berada di atas kapal yang punya nama unik ini.

    “berapa orang maksimalnya pak?” Tanyaku pada bapak setengah baya pengemudi speedboad yang akan kami tumpangi. “bisa delapan” terdengar kental dialek makasar namun ramah dan cutup menuntun.

        Secara bergilir sejumlah 15 orang saat itu dijemput speedboat menuju kapal, ini merupakan salah satu fasilitas pendukung paket wisata La Hanu, terlihat cukup safety juga dengan tersedianya life jacket.

     Lalu bagaimana penampakan Kapal La Hanu? Kapal semi phinisi ini terdiri dari 2 lantai dilengkapi kamar tidur, toilet, ruang makan, perlengkapan ibadah. Bagian atas digelar rumput sintetis dan bean bag, cukup menarik untuk menikmati sunset. 





       La Hanu telah beroperasi hampir 2 tahun dan dikelola untuk paket wisata, dengan beberapa penawaran paket yaitu  Sunset Trip Kapal Pesiar La Hanu Sharing Trip (penumpang campuran) daftar tunggu 20 orang 125.000/orang, dan private trip (booking 1 kapal) maksimal 15 orang 2,5 juta.



            Paket tersebut merupakan paket trip berlayar dan kuliner sea food, untuk pemesanannya bisa melalui Illo Peta. 

      Layak menjadi pilihan wisata bahari di Kota Bima, Kabupaten Bima dan sekitarnya. Tentunya dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang mendukung.



Hari mulai gelap, speedboad mengantarkan kembali menuju bibir Pantai Lawata, semakin menjauh dari La Hanu dan pantulan cahaya lampu bercampur senja tentunya potret alam yang mempesona.

Monday, March 28, 2022

Part 1: Lakey Beach Dengan Beberapa Pilihan Tempat Makan 


        Lakey Beach merupakan potensi pariwisata Dompu Nusa Tenggara Barat, sudah dikenal luas sampai manca negara, dengan kestabilan ombaknya di sepanjang musim cukup digemari bagi para peselancar, dan memiliki gelombang sangat menantang yakni Lakey Peak, wah.. seketika saya jadi pakar surfing. 

        Biasanya, para bule lebih memilih ombak yang sangat menantang yaitu Lakey Peak. Lakey Peak menyuguhkan ombak dari arah kiri dan kanan. Dari Arah kiri berbentuk terowongan panjang, sedangkan dari bagian kanan berupa gulungan ombak yang sempurna.(Liputanhttps://m.liputan6.com) 

        Sekilas daya tarik atau alasan bagi wisatawan luar untuk berkunjung ke Lakey Beach yang berada di Desa Hu'u Kecamatan Hu'u, didukung jg tersedia penginapan, hotel dan semacamnya di Lakey Beach.

Lakey Beach

         Bagi wisatawan lokal menikmati pantai dengan pasir putih, laut gradasi, deburan ombak yang berpower bahkan tebing curam Nanga Doro adalah deretan potensi menarik di pantai yang berada di Kecamatan Hu'u tersebut. 

      Menuju ke sana, dari arah Bima menempuh 2 jam perjalanan dan 30 sampai 1 jam jika bertolak dari Dompu. Jalur aman dan jarak yang masih dalam kategori tidak jauh, memungkinkan untuk tidak menginap atau sekedar sepanjang hari sampai menikmati sunset di La Key Beach. 

        Jikapun demikian tidak perlu gelisah untuk tidak membungkus bekal laksana masuk hutan ataupun areal pariwisata yang dikenal standar harga makanannya ala blue. Lokasi pariwisata pantai La Key juga tersedia ruang yang memungkinkan santai untuk diakses oleh pengunjung lokal, dalam arti yang tidak harus masuk areal hotel. 

     Berikut saya ulas beberapa tempat makan dan minum yang pernah dikunjungi sebagai referensi ketika berkunjung ke La key Beach, tentunya tidak terbebani masuk areal hotel, penginapan dan semacamnya, namun juga bisa menjadi pilihan bagi pengunjung hotel untuk pilihan makan di luar, namun masih dalam areal Lakey Beach. 


1. The Wreck.

   The Wreck Bar n Restaurant belokasi di jalan lintas Nanga Doro Lakey Hu'u Dompu, Berkunjung ke sini kerasa dalam film Pirates of the Caribbean cukup unik karena sebuah perahu yang nampaknya tidak berlayar namun difungsikan untuk Bar end Restaurant di pinggir pantai. 

The Wreck dari samping area parkir malam hari

        Untuk menuju tempat ini walaupun agak masuk ke pantai, namun cukup jelas karena terlihat plang The Wreck di pinggir jalan, tidak perlu khawatir untuk beberapa roda empat, areal parkir yang luas cukup bisa menampung. 

jalur masuk


        The Wreck sebuah perahu yang menghadap ke laut, tersedia fasilitas duduk baik di dalam perahu dan di areal pasir pinggir pantai dan beberapa spot foto. Bagi penggemar Biliar anda bisa nyambi sembari menunggu Senja Dan hidangan tiba. 

Perahu yang menghadap ke laut


        Untuk pilihan makanan dan minuman, tentunya masih cocok di lidah kita orang lokal, tidak juga dibilang murah jika dinilai dari harga satuannya, namun masih dinilai murah jika dinilai dari volume per porsi yang cukup banyak. Beberapa kali ke sini, makanan dan minuman di buku menu cukup stabil tersedia, para wisatawan lokal dan wisatawan luar terlihat membaur at The Wreck. 

di dalam perahu



area pantai

porsinya banyak


2. Mamat Warung

        Sudah pasti juga berada di jalan lintas Nanga Doro Lakey Hu'u Dompu, namun Mamat Warung  aksesnya langsung di pinggir jalan besar, tidak langsung ke pantai. 
        
        Tempat yang begitu sederhana, terlihat dinding-dinding penuh dengan pic mancing, nampak ownernya punya hobby demikian. Wajar saja ketika ke Mamat Warung kita akan menemukan menu sea food segar, dan sekian banyak pilihanan menu lain yang standar wisatawan luar namun juga cocok di lidah kita warga lokal.




        Tentu saja ketika ke sini, yang saya incar tentunya palumara ikan dan aneka gorengannya, namun menu lain tak kalah enaknya juga.

        Namanya juga areal pariwisata, beberapa kali berkunjung ke sini, tidak heran juga kita akan makan bersebelahan dengan para bule. 

3. Ali Bar

        Jika tadi kita membahas cenderung di areal selatan Lakey Beach, Ali Bar berada di areal awal masuk Lakey Beach pada ujung dua jalur.

       Ali Bar sangat didukung oleh akses jalur masuk yang baik, teraspal dan juga dua jalur keluar dan jalur masik. Kita akan masuk pada gerbang patung peselancar. Deretan penginapan cafe dan semacamnya akan kita lalui sampe di pinggir pantai.


Fasilitas di dalam Bar dominan material kayu

        Ali bar cukup nyaman baik di dalam bar maupun d areal pantai yang juga Menyediaka berugak, tempat duduk. Tambah sore kadang kian rame, para pengunjung yang menunggu senja lebih condong di pinggir pantai dengan kursi angin.  

area pantai Ali Bar

        Yang special bagi saya di Ali Bar adalah sajian Pizza yang khas, jangan sampai lewatkan menu favorit ini terutama Mushroom Pizza, saya rasa ada yang beda dari topping Pizza ini, namun pilihan Pizza lainnya juga tidak kalah enak.

Mushroom Pizza



        Olahan Pizza di Ali Bar bisa jadi yang bikin spesial di lidah, adalah aroma rasa panggangan pizza yang menggunakan tungku dengan kayu bakar, bahkan prosesnya bisa terlihat langsung oleh kita pengunjung. Khusus Pizza harga cukup affordable, ada yang 90an ribu, 80an ribu, ukuran sudah large.

Tungku pemanggang pizza
akses langsung ke jalan depan bar

        Bukan hanya tungku pizza yang terbuka, Ali Bar jg menyediakan fasilitas karaokean yang secara gratis tanpa tarif tambahan tidak dalam room namun terbuka di bar secara langsung. 
Tersedia juga menu lain, aneka minuman standar harga pariwisata, tentu saja yeah.. Karena kita tidak sekedar disuguhin makanan dan minuman di sini. 

        Demikian beberapa referensi tempat makan minum ketika berkunjung ke Lakey Beach, selain di hotel maupun penginapan lainnya. Tidak menutup kemungkinnan juga bagi yang nginap di Hotel atau semacamnya namun jenuh dengan menu yang ada ataupun penginapan yang tidak tersedia restaurant.

Tuesday, October 19, 2021

Pohon Purba, Bonus Pantai Pengayoman Lapas Selong

       Pohon Purba ataupun Big Tree Sambelia Lombok Timur seperti itu disebut dalam pencarian Google Map, memang nyatanya pohon raksasa yang berbaris di jalan Raya Sambelia, Dusun Permatan, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya,  Kabupaten Lombok Timur.


     Pohon Purba juga merupakan salah satu objek wisata Pulau Lombok yang penuh dengan berjuta pesona alam. Konon dari beberapa referensi ceritanya Pohon Purba ini berumur 350 tahun dan tidak banyak ditemukan di Dunia, hanya di Afrika, Australia dan di Dusun Permatan ini. 


Spot Big Tree Sambelia

     

      

 Perjalanan  weekend minggu ke dua Bulan Oktober 2021, kala itu Ferry yang kami tumpangi merapat ke pelabuhan Khayangan Lombok Timur bertepatan dengan azan subuh. Beranjak dari Pelabuhan Khayangan langit masihlah gelap, lalu terpikir untuk mengunjungi objek wisata terdekat sebelum melanjutkan perjalanan tujuan, yang kemudian memutuskan untuk ke Big Tree Sambelia. 
 Rindu makanan Sasak kamipun sarapan di pertigaan pasar Labuan Lombok, terdapat rest area dan berjejer lapak-lapak menjajakan nasi yang dikemas daun pisang, kopi-kopi dan gorengan. Sambil bertanya pada ibu yang punya lapak, jarak dan kondisi jalur Sambelia ke arah Pohon Purba dan Sembalun. "Oh Pohon Lian dekat dari sini, tapi nanti jam delapanan dibuka" tutur Inak pemilik lapak. Ternyata warga setempat menyebut Pohon Purba adalah Pohon Lian.


Spot Big Tree Sambelia

 

Dari pertigaan pasar Labuan Lombok kemudian membelok ke kanan ke Jalan Raya Sambelia yang juga merupakan jalur alternatif menuju Sembalun selain jalur Suela. Benar saja, hanya sekitar 6 menit telah nampak areal Big Tree Sambelia, karena kami tiba di tempat itu jam 7 kurang, sebenarnya masih belum dibuka, namun penjaga tempat itu mengijinkan masuk bahkan tidak dikenakan tarif.



Spot Big Tree Sambelia

 Tentu saja ini sangat menyenangkan, suasana pagi hari di areal pohon-pohon raksasa yang tegak berdiri nan sepi serasa berada di Negeri Antah Berantah. Kepala tak hentinya mendongak ke atas membayangkan karakter Ents di Film Lord Of The Rings. Sangat eksotis, tinggi sekitar 40 sampai 50 meter, diameter pohon begitu besar, terlihat licin jadinya berwarna terang dengan lekukan akar yang menyembul di atas tanah. Tentu saja menakjubkan bagi siapapun yang melihatnya. Pohon Purba seakan titipan saksi untuk kita di masa kini atas proses alam yang terjadi dari tahun ke tahun pada masa lampau, 

        

Spot Pohon Lian

            


     Melaju lagi ke arah utara, areal pohon Lian ternyata sangat luas namun dipagari, nampaknya objek wisata Pohon Lian ini dikelola secara pribadi oleh masing-masing pemilik lahan, sebaran pohon bahkan ada yang tumbuh di pinggir jalan raya dan berhadapan dengan objek wisata pantai Pengayoman. Di sini kita dikenakan tarif Rp.5000 per orang. 


Pintu Masuk Objek Wisata Pohon Lian


        Areal Pohon Purba atau Pohon Lian masih terlihat alami pada spot-spot tertentu, sebagian sudah terdapat berugak-berugak, dan Aku lebih menyukai yang masih kondisi Natural tanpa dipermak. 


Pantai Pengayoman


  Awalnya tidak menjadi tujuan, namun secara kebetulan menemukanya berhadapan dengan pintu masuk Pohon Lian. Pantai Penganyoman Lapas Selong, nama yang mengundang pertanyaan ini semakin membuat betah melangkah masuk. Pantainya tidak berpasir putih, namun suasana sangat sejuk,  bisa jadi mungkin ini efek dari pohon-pohon Lian yang masih terpelihara, dan di bibir pantai terdapat banyak pepohonan juga.


Spot Pantai Pengayoman

 


   Menariknya lagi ke arah pantai anda akan disuguhkan pemandangan lalu lintas laut Pelabuhan Khayangan Lombok, ferry-ferry yang menyandar dan lalu lalang.


     Kondisi Pantai Pengayoman bersih, arusnya tenang dan terlihat nyaman bagi anak-anak mandi laut. Tersedia gazebo, taman duduk, pemesanan makanan dan terdapat fasilitas pendukung Mushola, toilet. 


Spot Pantai Pengayoman


        

Spot Pantai Pengayoman

            

        Sejenak kamipun duduk menikmati angin laut, sambil mencoba mencari referensi menjawab rasa penasaran tentang adanya Lapas Selong yang menyertai Pantai Pengayoman ini. Rupanya nama sebelumnya adalah Panai Pidana, camp pertanian asimilasi milik Rumah Tahanan Negara (Rutan) Selong. Camp pertanian ini memiliki tiga pokok kegiatan asimilasi yaitu pertanian-perkebunan, peternakan, serta pariwisata (Pantai Pengayoman), demikian dijelaskan pada website ditjenpas. 



Spot Pantai Pengayoman

Friday, January 8, 2021

Referensi Jalur Soromandi Bima yang terintegrasi dengan Kecamatan Kilo Dompu

Banyak pantai sepi dengan tumpukan koral.

Libur 4 hari (tanggal 24 - 27 Desember 2020) diserang kejenuhan, lalu memutuskan ikut yang suka bekerja tanpa mengenal libur, hahahahaha........ Karena yang doyan kerja di hari libur akan menuju Desa Sai kecamatan Soromandi, perjalananpun dilanjutkan sampai ke kecamtan Kilo Kabupaten Dompu.
Sebenarnya jalur ini kaya dengan potensi wisata bersejarah, sebut saja ada bekas Benteng masa lampau, wadu Pa'a (Batu Pahatan) dan wisata pulau Kambing.
Namun kita belum membahas potensi-potensi itu, kita akan bercerita kondisi jalur soromandi Kabupaten Bima yang tembus dengan Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu.
Jika star awal kita dari cabang Donggo Kecamatan Bolo kita akan mengikuti alur yang menuju Dermaga Bajo, atau dari Cabang Darusalam jalan alternatif yang tembus dengan Desa Nggembe Kecamatan Bolo, selanjutnya sepanjang jalan sebelah timurnya adalah teluk bima, akan nampak terlihat di seberangnya adalah pesisir kota Bima. 

Jarak yang dekat dengan pesisir Kota Bima

Kita akan belok kanan (utara) seletelah polsek Soromandi. Kondisi Jalan beraspal, ada beberapa jembatan dan crossing air rendah namun dalam kondisi baik, hanya jembatan Soro yang patah, khabarnya terkena banjir beberapa hari yang lalu, baik kendaraan roda 4 dan roda 2 harus berhati-hati karna harus turun, pelan melewati jalur darurat sementara yang dibuat oleh warga setempat.
Semakin ke utara setelah Desa sai, jalur ini kiri kanan nya di dominasi lahan jagung dan bawang, beberapa pemilik lahan lalu lalang menjadikan jalur ini tidak terlalu sepi dan tidak perlu khawatirkan hal-hal yang buruk. 
Areal pantai yang panjang yg diikuti oleh jalan raya. Kondisi pasir yang agak putih dipinggiran pantai penuh dengan coral coral putih. 
Memasuki Desa Sampungu separuh desa dengan kondisi jalan teraspal namun setengahnya  masih dalam kondisi pengerasan dan bercampur tanah dan pasir, terlihat ada kemajuan dari 2 tahun lalu, ditempuh hanya sekitar 15 menit melewati jalur tak beraspal kita akan memasuki desa Kiwu Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu dan jalurpun sudah mulai bagus.

Kondisi jalan yang belum teraspal.



Memasuki Desa Kiwu Kecamatan Kilo Dompu

Kesimpulannya jalur utara Soromandi kabupaten Bima yang terintegrasi dengan Desa Kiwu Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu, kurang ada kendala dengan kemacetan jalan dibanding jalur normal, tentunya perjalanan akan menyingkat waktu Namun perlu kewaspadaan jika pada musim hujan, karna arus deras dari banjir gunung rentan longsor karena sepanjang jalur ini melalui banyak jembatan.






Thursday, January 7, 2021

Pantai Paropa Kecamatan Kilo Dompu


Pintu Masuk Desa Wisata Malaju

Ada apa saja di Kilo, salah satunya adalah Pantai Paropa, pesona pantai yang menawarkan pasir putih ini tepatnya berada di desa Malaju Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu.
Mengawali masuk areal Pantai Paropa disambut oleh Gapura "Desa Wisata Malaju", Malaju yang sejak dulu kaya dengan hasil alam Kelapa, Garoso, selain itu perbaikan infrastruktur yang ada sangat berpengaruh baik, akses menuju pantai ini menjadi sangat mudah, sangat strategis dengan pusat kecamatan Kilo dimana pada areal Pantai Paropa terdapat Dermaga Kilo, lokasi bersandarnya para kapal nelayan dengan ikan-ikan segarnya.  
melaju lagi ke depan, kemudian nampak terlihat areal piknik keluarga yang nampaknya ada pengeloaan wisata lokal di pantai Paropa. spot-spot foto, berugak serta pedagang setempat. di areal ini sering dijadikan areal camping, menjadi nyaman manakala tersedia fasilitas pendukung untuk itu. areal pantainyapun terlihat bersih karena ada pengelolaan.

Spot-spot foto di Pantai Paropa.

Berlalu lebih ke utara lagi areal Pantai Paropa ini masih panjang lagi, saya pribadi lebih tertarik di areal ini, Pantai yang tidak dipermak tanpa spot-spot tulisan, pinggir pantai berjejer pohon kelapa dan hamparan bunga vinca liar putih mendominasi, yang paling unik adalah pohon bakau yang tinggi dan rindang bergelantung puluhan kelelawar-kelelawar.
Bagi saya ini adalah ikon dari pantai ini, sesekali kelelawar-kelelawar ini berpindah dari pohon ke pohon mengepak sayap hitamnya, waah... eksotik...

Tebaran Kelelawar

Bunga Vinca Putih Liar mendominasi di pinggir pantai

Kondisi Jalan di Pantai Paropa

Hari belumlah terlalu sore, namun terlihat di kejauhan hujan lebat yang akan dilewati saat pulang. 
Masih sempatnya kami mengambil gambar d pinggiran jalan raya ke arah pulang. akan membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai pusat kota Dompu, melewati irisan Kecamatan Sanggar Kota Bima dan menuju cabang Manggelewa Kabupaten Dompu.

Spot arah Jalan Pulang

Tuesday, January 5, 2021

Air Terjun "Oi Marai" Tambora Bima


Awal tahun lalu sempat gagal menuju lokasi ini karena insiden buruk. Dan kembali akhir tahun 2020 melewati jalur utara tambora Kecamatan Sanggar menuju Air terjun Oi Marai.

 Jalan beraspal memasuki area pintu masuk
menuju Air terjun Oi Marai Tambora
Menyingkat dari cerita perjalanan sebelumnya cerita jalur utara Tambora (Baca: Sisi Utara Tambora Ala Hutan Pinus), menjelang pergantian tahun Desember di 2020 benar-benar tak absen oleh hujan, rumput-rumput kering eksotik telah berganti rerumputan hijau. 

Air terjun Oi Marai terletak di Desa Kawinda To'i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, NTB, tidak berbeda dari kondisi Januari lalu, memasuki Desa Kawinda To'i kondisi jalannya belum teraspal masih jalan tanah berpasir, namun jalur teraspal bagus mendekati pintu masuk Air terjun Oi Marai.


Gapura Selamat Datang di Air Terjun Oi Marai
Terlihat ke arah langit di depan awan hitam bergelantung, namun kekhawatiran soal hujan teralihkan oleh Gapura terpampang Selamat Datang di Air Terjun Oi Marai.
Bertolak dari gapura menuju Lokasi wisata air terjun Oi Maria kita menempuh waktu kurang lebih 7 menit lagi untuk sampai di tempat registrasi pengunjung dan masih bisa akses dengan kendaraan baik roda dua dan empat. Terdapat persimpangan mengambil jalur yang agak nanjak, kemudian terlihat areal palang parkir. Saya menjelaskan detil pada bagian ini, karena  kami sedikit ragu mengambil jalur ini.

Wisata Air terjun Oi Marai dikelola bersama oleh Kelompok Pencinta Alam (KPA) setempat yaitu perkumpulan pemuda dan masyarakat yang mendapat rekomendasi Desa dan petugas Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT). Tiap pengunjung dilakukan registrasi, karena kami berempat saat itu tarifnya dikenakan 30 ribu. Jika ingin bermalam tersedia juga untuk penyewaan tenda, fasilitas Mushola dan WC, dan kita bisa menggelar tenda di area camping di sepadan sungai.

 menuju areal parkir mengambil jalur                  
yang nanjak.   

Waktu sudah menunjukkan jam 15.30, selepas memasang tenda, kami segera menuju lokasi air terjun Oi marai. Dari tempat registrasi menuju spot air terjun hanya bisa akses dengan jalan kaki yaitu sekitar 400 meter, Kondisi jalan terlihat cukup jelas dan aman, ditata namun masih terlihat alami. 



Menggelar Tenda di pinggir sungai

  ditata namun masih terlihat natural. 
Tersedia penyewaan tenda.      
Jalur menuju spot Air Terjun Oi Marai
Sepanjang jalan batu-batu raksasa menyajikan view alam yang luar biasa. Jalurnya tentu saja naik dan nanjak Layaknya mendaki gunung, sedikit berpesan : kalau tidak terbiasa jalan kaki, sebaiknya membiasakan diri dulu sebelum ke sini. namun terdapat bangunan berugak pada tiap-tiap selepas tanjakan.
Makin dekat makin nanjak, terdengar dari jauh suara deburan air, air terjunya sudah mulai terlihat, view yang mempesona, sontak saja si kecil bungsu (10 tahun) menyebutnya, "waow.. jurrasic Word", dia menyebutnya demikian seperti dia meyaksikan view di film hollywood tersebut, karena memang sangat sangat eksotik (sampai dua kali sangat).


Air terjun Oi Marai sudah mulai terlihat.

Tangga turun menuju  air terjun Oi Marai

Waktu menunjukkan jam 16.31 WITA, kita menuruni tangga terakhir menuju cekungan air terjun Oi Marai, terlihat tidak terlalu ramai, tersisa 4 orang pengunjung.
Ada kekaguman yang luar biasa pada ciptaan Tuhan, namun sedikit was was juga dengan power air terjun setinggi kurang lebih 25 m ini dengan debit air yang sangat besar, kita mesti berhati-hati berjalan di pinggiran kawat ikat bronjong, batu yang licin, airnya jernih dan deburan air yang jatuh seperti awan putih. 






Air Terjun dengan ketinggian kurang lebih 25 meter
Spot Air Terjun Oi Marai Tambora


bolehlah kita menikmati kesegaran air terjun di sini,
namun di sisi kedalaman air yang aman,
 jarak dengan jatuhnya air lumayan jauh


Istimewanya air terjun ini adalah tidak mengenal musim, debit air selalu stabil ada , sekalipun pada musim kering. 
Dari beberapa referensi, kawasan air tejun Oi Marai memiliki banyak air terjun, antara lainnya adalah Air terjun Niwa, Air terjun Bendungan, Air terjun cabang empat, namun bidadarinya adalah di spot ini, yang biasa disebut Air terjun Bidadari.
Aliran Oi Marai yang akan di lewati
 jika melalui jalur Pekat
Hal yang buat nyaman adalah adanya Pengelolaan wisata Air terjun oi marai oleh Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) hal-hal yang dikhawatirkan terkait resiko dari kondisi alam terpantau baik. Namun batas aman dari berkunjung ke Wisata Air terjun Oi marai adalah dewasa dan untuk anak-anak minimal 10 tahun. 
Jika titik awal kita dari dari Bima, selisih jalur kecamatan Sanggar dan Kecamatan Pekat Dompu adalah kurang lebih 45 menit sampai 1 jam. Di jalur Kecamatan Sanggar akan melalui pemandangan hamparan ladang jagung Desa Lanci jaya Kabupaten Dompu, namun saat ini kita skip ceritanya karena baru seumur jagung (eh baru ditanam.. hehehe... ) akan melintasi "Oi Tampiro" (kami kehujanan di sini), jalur off road tambora dan pintu jalur pendakian. Namun jika menimbang standar keamanan kodisi jalan beraspal sampai lokasi boleh mengambil jalur kecamatan Pekat Dompu, di sini sejalur dengan Pulau Satonda, Sarae Nduha dan jalur Doro Ncanga. Akan tetapi di jalur ini kita akan melewati aliran air "Oi Marai" yang bermuara ke laut.