Thursday, May 7, 2026

Bendungan Tonda Selatan Ranu Kumbolo Versi Dompu





Akhirnya kembali menambah tulisan di blog perjalanan ini setelah hampir setahunan vakum. Seperti biasa, masih tentang perjalanan sederhana, menikmati hal-hal indah di sekitar kita dengan konsep piknik low budget yang tetap berkesan.
Kali ini destinasi yang dikunjungi adalah Bendungan Tonda yang berlokasi di Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Walaupun hanya sebuah bendungan, tempat ini ternyata memiliki panorama yang cukup eksotis dengan vibes seperti danau alami.
Selain berfungsi penting untuk ketahanan pangan dan irigasi masyarakat sekitar, Bendungan Tonda juga mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam lokal yang menawarkan ketenangan dan panorama yang indah di Dompu.

Perjalanan menuju lokasi masih satu jalur dengan wisata Pantai Ria. Dari pusat Kota Dompu, jaraknya sekitar 13 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit. Akses jalan menuju lokasi cukup nyaman dan sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan khas pedesaan menampilkan pemandangan hijau dominan ladang bawang merah yang khas dengan  bedengan rapi.


Hal yang paling menarik dari bendungan ini adalah genangan tampungan airnya yang membentuk pemandangan seperti danau cantik. Air yang tenang dan jernih dipadukan dengan bukit-bukit hijau di sekelilingnya membuat suasana di tempat ini terasa begitu asri. Tidak heran jika banyak pengunjung datang untuk sekadar bersantai, menikmati udara sejuk, berfoto, hingga camping bersama teman maupun keluarga.
Beberapa sudut di Bendungan Tonda bahkan menghadirkan suasana yang mengingatkan pada Ranu Kumbolo versi sederhana di selatan Dompu. Terutama saat sore hari, ketika cahaya matahari mulai turun dan memantul di permukaan air, suasananya terasa begitu tenang dan syahdu.


Untuk fasilitas pendukung, di sekitar area bendungan juga sudah tersedia beberapa gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan alam sekitar.
Kadang, tempat terbaik untuk menikmati ketenangan tidak harus jauh dan mahal. Karena di sekitar kita sendiri, selalu ada tempat sederhana yang mampu memberi rasa nyaman dan cerita baru untuk dikenang.



Thursday, March 7, 2024

Terpesona dengan Kejernihan Pantai Sori Nehe



Pantai Sori Nehe sang primadona baru yang selalu sileweran tiap membuka sosmed, dan akhirnya akupun menuju ke sini, sebelumnya sempat ragu karena membayangkan dulu akses menuju ke sini  kurang memadai. 

Jalur menuju Sori Nehe

Namun terbantahkan dengan kondisi yang begitu kondusif, jalur teraspal dengan lebar yang cukup aman. Walaupun memang menanjak dengan beberapa tikungan tajam

Pasir putih bersampur koral

Dalam perjalan menuju ke sinipun, kita sudah dimanjakan dengan view bebukitan dan hijaunya ladang jagung, lekukan jalur aspal yang masih mulus dan sunyi pengendara lainnya mendukung hajad refresing yang membutuhkan suasana yang damai

Spot foto

Pantai Sori Nehe hampir mendekati wilayah kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, namun lokasinya masih berada dalam wilayah kota Bima, tepatnya di Jl. Lintas Ambalawi Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota, dengan begitu untuk menuju ke sini kita bisa mengambil jalur yang ke arah kelurahan Kolo, atau bisa melalui Ambalawi. Jarak dari pusat Kota Bima sekitar 24,3 km dan bisa ditempuh dalam waktu 40 menit. 

Sejuk dengan pepohonan

Pantai dengan ciri khas pasir putih yang bercampur batu-batu koral, terlihat jernih dan masih bersih, ombak laut mendayu lamban dan tenang, mendukung bagi pengunjung yang juga ingin mandi laut, pada sumber lainpun menyebutkan Sori Nehe juga sangat cocok untuk kegiatan diving, snorkeling. Suasana yang senjuk pada pinggiran pantai karena dipenuhi pohon-pohon besar, pohon kelapa yang memberikan efek sapuan angin segar kala suasana terik saat sekarang. 

Spot foto

Pantai Sori Nehe menawarkan landscape cekungan pantai yang indah serta dinding-dinding karang yang terkikis membentuk lukisan alam eksotik menjadi spot asyik yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Sori Nehe. 

Spot Foto
Berjejer dengan spot wisata pantai lainnya antara lain pantai Kolo, So Numbe, pantai Oi Fanda maupun Nipa, menjadikan areal Pantai ini sebagai alternatif kunjungan dengan pinggiran pantai yang teduh. Cukup nyaman  karena tersedia fasilitas gazebo, toilet, maupun rumah kayu yang bisa dijadikan tempat ibadah, tidak tersedia lapak lesehan makan hanya sebuah warung yang menjual minuman dan makanan ringan. 
Dinding karang di Sori Nehe

Destinasi Pantai Sori Nehe telah dibuka untuk umum hampir setahun dan memiliki pengelola, adapun tarif untuk masuk ke Sori Nehe, dikenakan biaya parkir 5 ribu untuk pengendara motor dan 15 ribu untuk mobil dan itu sudah include dengan sewa tempat, namun dikenakan lagi tarif 5 ribu perorang untuk bisa akses pada spot buatan.

Spot foto








Monday, March 4, 2024

Melirik Potensi Bumi Pajo Padende, Wisata Air Terjun, Wisata Bersejarah dan Agrowisata Kopi


Mengenal Padende

Jika melakukan perjalan dari pusat Kota Bima secara tidak langsung pandangan kita akan mengarah pada barisan bukit yang menampakan landscape permukiman masyarakat Donggo, dan juga di antara bukit-bukit nampak yang paling lancip adalah “Doro Leme” begitu disebutkan, namun kali ini kita belum bercerita tetang Doro Leme, ada beberapa alasan menarik untuk membahas sebuah dusun yang keberadaanya di balik itu, yaitu “Padende” merupakan salah satu dusun dari Desa Bumi Pajo Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 


Air Terjun Oi Kaleli

Dalam 10 tahun terakhir sesekali kadang saya berkunjung ke Padende bersama Pak Suami, Lebih tepatnya mengikuti Pak Suami karena termasuk salah satu area kerjanya. Awal ke sini saya bahkan mengenakan mantel panjang karena siang hari pun suhu begitu dingin dan berkabut, saat sekarang masih dirasakan hal yang sama namun sudah banyak berkurang, menurunnya kondisi tersebut mungkin karena adanya perubahan lingkungan sekitar.


Padende merupakan dusun paling ujung dari dusun lainnya di desa Bumi Pajo, adapun 4 dusun lain yakni dusun Rasa Bou, Madanggasa, Pemukiman, Ncuhi, tidak ditemukan jalan yang terintegrasi dengan Desa sebelah, karena dibatasi jurang dan berada pada bukit yang berbeda.


Untuk menuju ke sini kita membelok pada jalur yang ke arah utara pertigaan Desa Rora tepatnya di perbatasan Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, dari arah Bandar Udara Sultan Salahudin waktu tempuh 45-60 menit dan memakan waktu 30 menit dari arah Dompu.

Kondisi jalan menuju Padende



Dengan kondisi topografis dataran tinggi dan bertekstur pegunungan, tentunya jalan menuju Padende menanjak dan berkelok. Walau demikian sudah teraspal namun masih kurang lebar sehingga jika berpapasan dengan kendaraan lain sebaiknya mempertimbangkan untuk saling berhenti atau kurangi kecepatan agar lebih aman. Nah.. lumayan memicu adrenalin yah, setidaknya memberi gambaran agar pengunjung baru bisa menyiapkan kendaraan yang kondisinya fit.

Sepanjang perjalanan, nampak pemandangan bahu jalan yang langsung dengan ngarai punggungan bukit yang menjadi areal pertanian dan perkebunan masyarakat setempat. Kalau saat musim penghujan ini kita tentunya diperlihatkan dengan pemandangan tanaman jagung, ada juga padi.


Komoditi Unggulan Buah, Rempah dan Kopi

Padende memang terasa berbeda, awal memasuki
masyarakat masih menggunakan lumbung padi
dusun yang letaknya paling tinggi ini, suasa begitu adem, vibes desa jaman dulu masih terasa, walaupun sudah banyak bangunan rumah warga dengan struktur bata dan beton, namun masih terpelihara seperti lumbung padi di masing-masing rumah warga

Bunga Brugmansia

Terlihat kembang bunga brugmansia atau bunga terompet menjuntai di pinggiran jalan, bunga yang biasa tumbuh dengan mudah di tanah yang  lembab ataupun suhu yang dingin.


Pohon durian

Ciri tersebut menunjukkan letak dusun Padende yang memang berada pada ketinggian di atas rata-rata dan ini merujuk dari ketinggian Doro Leme yaitu 1060 mdpl (sumber dari para Youtuber) yang ketinggianya hampir sama dengan Padende. 

Kebun Kopi

Oleh karenanya, areal perkebunan di Padende menjadi menarik manakala kaya dengan berbagai komoditi, antara lain kopi, durian, manggis, alpukat, rempah-rempah Jahe, cengkeh, kemiri, ketumbar dan palawija. Jenis kopi di Padende adalah Robusta, kopi dengan ukuran kecil atau biasa disebut warga setempat adalah “kahawa mpida”. zona perkebunan kopi bersifat ruang terbuka alami, berlatar gunung dan vegetasi aslinya, masyarakat  juga memasarkan hasil alamnya. 


menikmati durian Padende
 

Pengakuan warga setempat, kopi memang hanya bisa tumbuh dengan baik di dusun Padende,sedangkan tidak terlihat tumbuh di dusun lainnya yang letaknya lebih rendah.




Wisata Air Terjun dan Wisata Bersejarah

Beberapa hal menarik lain yang menjadi paket menikmati kopi hitam Padede adalah  destinasi Air terjun Oi Kaleli dengan ketinggian 10 m.
Air Terjun Oi Kaleli 
Air terjun ini masuk pada kawasan hutan lindung
memiliki kolam alami yang cukup bersahabat sebagai tempat pemandian, tidak terlalu dalam kondisi airnyapun bersih. terdapat dua air terjun di Padende, namun menurut infomasi dari guide lokal, Air terjun Oi Kaleli yang paling tinggi. Menuju ke sini membutuhkan 15 menit dari Jalan utama, dengan kondisi turunan namun jalurnya cukup jelas, masyarakat setempat rutin memangkas semak belukar yang menutupi jalur. gunakan pemandu masyarakat lokal agar perjalanan lebih lancar.

Pemandu masyarakat lokal
kolam di aliran sungai


Melengkapi uniknya dusun Padende,  kita juga disuguhi wisata bersejarah, terdapat sebuah Prasasti Wadu Tunti yang artinya batu yang ditulis. Pembuatan prasasti ini diperkirakan antara  tahun 1350 sampai dengan 1400, dan ditulis dalam aksara Jawa Kuno dan bahasa Jawa Kuno yang bercampur bahasa lokal.


Situs Wadu Tuntii 

Gimana guys? Padende menyimpan banyak potensi sebagai alasan untuk kita berkunjung, wisata alam air terjun, agrowisata maupun wisata bersejarah, 





Sunday, July 2, 2023

Rest Area Perjalanan Dompu menuju Sumbawa Besar

Notes selanjutnya adalah perjalanan Kabupaten Dompu menuju Kabupaten Sumbawa Besar, atau sebaliknya. Rute sepanjang kurang lebih 172 km, atau 107 mil, memerlukan 159 menit atau 3 jam dengan menggunakan mobil, dominan jalan nanjak berkelok, tentu saja demikian, karna yg dilewati bukit bukit sebelahnya jurang dan laut.

Namun kondisi jalan yg sudah sangat lebar memberi proteksi bagi kendaraan yg lalu lalang. Setidaknya patut bersyukur untuk pembangunan infrastruktur yang memadai. Yang kemudian spot-spot serem kala tahun 90an menjadi mempesona pada jaman ini.

Ada beberapa tempat sepanjang perjalanan Dompu - Sumbawa Besar yang sempat disinggahi, mungkin jadi pilihan rest area dalam perjalanan:

1. Nanga Tumpu Kecamatan Manggelewa
Teluk Saleh adalah sebuah teluk di pulau sumbawa, lekukan pantai yang mengikuti pinggiran bukit sangat indah terlihat. Panorama ini bisa kita maksimal nikmatin di puncak "Nanga Tumpu". Lokasi yang khas dengan jalan yang nanjak, berkelok dan berdampingan dengan jurang-jurang sepanjang 5 km.


2. Teka Sire Kecamatan Manggelewa
Teka Sire jalur tanjakan pada awal memasuki Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, berjejer kedai jagung rebus dari pagi sampai malam. Menjadi tempat singgah para pengendara atau yang memang ingin sekedar menikmati jagung rebus sambil menikmati suasana view bukit-bukit.


3. Labuhan Pidang Tarano.
Memasuki Desa Labuhan Pidang Kecamatan Terano ,saya suka melirik dermaga tua yang menjulur ke laut yang masih pada pesisir Teluk saleh. Sebenarnya memberi view yang bagus, walau agak khawatir menapaki tiang-tiang beton dermaga yang tersisa hehehe..., memang sudah tak layak, dulunya nampak bagus, namun saat ini papan-papan lantai dermaga sudah tanggal, terkadang kala air pasang terlihat anak2 sekitar mandi dan menjadi titik salto di dermaga ini.
Lokasinya pun berada di pinggir jalan utama lintas Sumbawa, yang sering juga jadi tempat rehat sejenak dalam perjalanan jauh.



4. Teluk Santong
Lesehan Teluk Santong Kecamatan Plampang lokasi yang tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa Besar, menjadi rest area favorite dengan suguhan seafood dan view laut.


Demikian guys rangkuman sepanjang perjalanan dari Kabupaten Dompu menuju Kabupaten Sumbawa Besar.

Sunday, June 11, 2023

Bercengkerama Dengan Satwa Di Wildlife Lombok Park


Kebun Binatang Lombok Wild life Park, kami berkunjung ke destinasi ini sekitar 5 tahun lalu yaitu tahun 2019 pasca gempa Lombok 2018,  manakala  pariwisata Lombok dalam masa kebangkitan kembali. 

Salah satu perimata

Lokasi destinasi wisata kebun binatang ini berada di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Bisa menjadi pilihan tambahan perjalanan jika kita mengambil paket wisata Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, karena lokasinya berada di daratan seberang. 

berbagai jenis burung


Istimewanya kebun binatang Wildlife Lombok Park satwanya tidak semua dikerangkeng di dalam kandang. Satwa-satwa itu lepas bebas layaknya kita benar-benar masuk dalam hutan, melihat dan berada dekat dengan satwa-satwa.
Mamalia Gajah


Rosalinda Ular Betina


Pengunjung bisa bercengkrama dengan satwa-satwa tersebut, namun masing-masing memiliki pawangnya, jadi kita sangat merasa nyaman dan aman. 

Kura-kura besar

Mengelilingi kebun binatang Lombok wildlife ini membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dari awal kita masuk disambut oleh berbagai jenis burung, terdapat juga species lainnya seperti binatang mamalia besar gajah, primata, reptil, kuda nil, buaya, kura-kura raksasa, kuda nil dan lain-lain.

Iguana

Sangat menarik dijadikan pilihan wisata keluarga dan bisa dipastikan akan disukai anak-anak. Tarif masuk perorang bagi pengunjung non lokal pada saat itu 75rbu/orang dan ada perbedaan untuk pengunjung lokal lebih murah. Tarif masuk memang kategori agak mahal, namun standar destinasi yang disajikan sungguh sebanding dengan tarif dan saat ini ada banyak bentuk paket promosi wisata bekerjasama dengan pihak lain seperti Bank NTB.

Lunch suasana hutan liar

Begitupun juga dengan harga makanan dan minuman di situ menggunakan standar wisatawan mancanegara, catat yaah... namun tidak perlu khawatir akan hal itu, menuju KLU kuliner sepanjang pantai tersedia dengan harga terjangkau dan enak, tentuhya kondisi ini yang memang perlu diciptakan untuk kompleksnya kawasan pariwisata.

Thursday, June 1, 2023

Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung, Beda View Yang Ditawarkan.


Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung, Beda Lokasi Pun Beda View Yang Ditawarkan.



Musim panas mau kemana? Tentunya pilihan pada yang sejuk dan adem, seperti halnya daerah wisata pegunungan dan air terjun. 

Mari kita bercerita tentang Sembalun yang begitu melekat dengan Taman Nasional Gunung Rinjani, tentu saja semua khalayak tahu dan paham oleh karena itu angle tulisan ini tidak akan membahas detil jalur menuju Sembalun. 

Lalu apa yang akan kita ceritakan guys??? 

Sebelum melakukan perjalanan saya pribadi terbiasa prepare, dari awal sudah mencari referensi sehingga rute dan waktu bisa diatur, yaah tentunya harus ada planing yang jelas biar efektif cieee...

Guys.. Sembalun itu luas hehehe... bayangkan saja bagaimana mengitari kaki Rinjani dengan ketinggian  3.726 m dpl atau 12.224 kaki, jalur menuju Sembalun pun ada tiga yang sudah pernah kami lewati,  di masing-masing jalur ada banyak spot yang sayang untuk cuman dilewati. 

Pertama ada Jalur Sambilia sebagaimana pada cerita sebelumnya  (Pohon Purba, Bonus Pantai Pengayoman Lapas Lotim) https://rillme.blogspot.com/2021/10/?m=1 Jalur ini cocok bagi yang perjalanan darat dari arah pulau Sumbawa, keluar dari Kayangan Halbor langsung belok kanan di pasar Labuan lombok.

Kedua jalur Suela, jni adalah jalur yang biasa digunakan oleh pengunjung yang menuju Sembalun, tak seperti jalur sebelumnya agak sepi, jalur Suela lebih ramai, dengan demikian kawans harus hati-hati walaupun lebar jalannya sudah sangat standar dan memadai.

Jalur Suela

Ketiga ada juga jalur KLU, di sini melewati desa bayan, Masjid kuno Bayan Beleq, beberapa air terjun, seperti Koko Putek.

Sekian terkait beberapa jalur menuju Sembalun, lalu bagaimana jika akan bermalam di Sembalun, apakah black out PLN dan signal, enggak lah.. Sembalun lawang sudah berjejer penginapan, hotel dan villa, sekelas penginapan rumah penduduk pun telah dilengkapi air panas, secara Sembalun hawanya dingin. 

Guys.. hadir pada waktu yang tidak tepat dan salah lokasi ekspektasi jepret jepret background view bagus tentunya akan tak terpenuhi.  Seperti halnya berwisata ke Sembalun tentunya ingin menikmati view megahnya puncak Rinjani pada pagi hari, hamparan kebun Strawberry dengan background lekukan bukit-bukit yg eksotik, dan juga menikmati peranan memetik buah strawberry. hal tersebut timingnya tentu semua di pagi hari. Akupun merasa perlu untuk menginformasikan bahwa ada dua pilihan lokasi menginap yang tentunya punya perbedaan target kunjungan. 

Sembalun Bumbung

Jika ingin menikmati sunrise bukit Nanggi, Anak dara, dan juga bukit pergasingan, serta hamparan kebun Strawberry, maka areal Bumbung adalah pilihan.

 

View yang ditawarkan oleh salah satu Villa di Sembalun Bumbung

 

Di Bumbung terdapat villa, Bungalow, penginapan yang cukup memadai, bangunan khas lombok dan juga tersedia untuk camping ground, sajian makanan untuk cukup variatif.

Salah satu Villa yang pernah disinggahi


Tampak Villa di Sembalun Bumbung malam hari

                       

Kebun Strawberry milik warga juga memberi layanan untuk pengunjung memetik sendiri, disediakan topi dan keranjang, nampak juga terlihat di sepanjang jalan lapak penjualan hasil alam, strawberry, sayuran segar dan bawang putih.

Di Sembalun Bumbung selain agrowisata strowberry juga dikenal dengan desa wisata budaya.

Agrowisata kebun strowberry

Memetik Strawberry

Bukit Mounjet Di Sembalun Bumbung


Sembalun Lawang

Keluar balkon ataupun buka pintu penginapan lalu dimanjakan dengan view puncak Rinjani yang kemerahan, tentunya akan sempurna terlihat di area Sembalun Lawang.

View pagi di salah satu villa di Sembalun Lawang (pondok Rinjani ibu Sita)

View dari Villa Di Sembalun Lawang


Di sini sangat dominan hotel, villa, bungalow bangunan beton serta dilengkapi kolam renang. Namun juga dalam satu area hotel tersedia alternatif bangunan khas lokal ataupun tema Natural. Tarif di weekend kadang berbeda dari hari biasa. 

Rinjani hill

Rinjani Hill

Tersedia alternatif rumah kayu (Rinjani Hill)

Bukit Selong Sembalun Lawang



Desa adat beleq Bukit Selong Sembalun lawang


Demikian beberapa referensi bagi yang bermalam di Sembalun, menentukan lokasi penginapan sangat penting, jika ingin view puncak rinjani maka sebaiknya berada di Sembalun Lawang, jika inginkan agrowisata Strawberry maka boleh memilih Sembalun Bumbung, ada baiknya juga reservasi di tempat sehingga bisa melihat langsung, karena masing-masing hotel, villa, bungalow, penginapan menjual spot yang berbeda, beberapa pengalaman terlihat bagus view yang ditawarkan, kadang tidak seindah dalam pic yang diiklankan, catat... 

Terkahir jangan lupa bangun lebih awal agar tidak kehilangan moment pagi hari yang indah di Sembalun, serta menyediakan baju hangat, boleh juga ala-ala Korea, Jepang, china, cihuyy... Jangan lupa senyum lebar